Assalamualaikum kawan
diawal postingan ini saya mendapatkan sedikit ilmu berkenaan dengan semangatnya para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu yang insyaalloh nantinya bertujuan sebagai pemotivasi kita agar kita bisa sama-sama bersemangat dan tidak pernah bosan dalam menuntut ilmu.
Selamat Membaca dan Merenungkannya..................
1. BERDESAKAN HINGGA
MENGAKIBATKAN KEMATIAN
|
Ishaq bin Abi Israil mengatakan: "Para
penuntut ilmu hadits berdesakan pada Husyaim sehingga membuatnya terjatuh dari
keledainya, dan itulah faktor penyebab kematiannya." (Manaqib Imam Syafi'i hlm. 167-168 oleh
al-Aburri dan al-'Uzlah hlm.
89 oleh al-Khothobi)
Mirip dengan ini adalah kisah tentang sebab
kematian seorang ahli nahwu tersohor yaitu Tsa'lab. Dikisahkan bahwa dia pernah
keluar dari masjid usai sholat Ashar pada hari Jum'at. Beliau memang sedikit
tuli. Di tengah-tengah asyik membaca kitab sambil berjalan, tiba-tiba ada kuda
yang menabraknya sehingga dia tersungkur di sebuah lubang. Akhirnya dia ditolong
dan dikeluarkan dalam keadaan berlumpur kemudian diantarkan ke rumah. Setelah
itu dia merasakan sakit di bagian kepalanya dan keesokan harinya meninggal
dunia. (Wafayatul A'yan 1/104 oleh Ibnu
Khollikan)
|
2. TETAP BELAJAR
SEKALIPUN DI DEPAN SINGA
|
Abul Hasan Bunan bin Muhammad bin Hamdan
adalah salah seorang ulama yang dikenal banyak memiliki karomah.
Suatu saat karena dia berani mengingkari Ibnu
Thulun, maka dia dihukum dan dicampakkan di depan singa. Sang singa pun
menciuminya tetapi anehnya dia tidak menerkam Abul Hasan. Akhirnya, dia pun
dibebaskan. Orang-orang merasa heran dengan kejadian tersebut. Seorang pernah
bertanya kepada beliau: "Bagaimana perasaan Anda tatkala berada di depan singa?"
Beliau menjawab: "Saya tidak cemas sama sekali, bahkan saat itu saya sedang
memikirkan tentang air liur binatang buas serta perbedaan pendapat di kalangan
ulama ahli fiqih, apakah suci ataukah najis!!!" (al-Bidayah wa Nihayah 12/158 oleh Ibnu
Katsir).
3. RELA DIPUKUL
ASALKAN MENDAPAT HADITS
|
Dalam biografi Hisyam bin Ammar disebutkan
bahwa dia pernah masuk kepada Imam Malik tanpa izin seraya mengatakan:
"Ceritakanlah kepaku hadits." Imam Malik mengatakan: "Bacalah." Hisyam berkata:
"Tidak, yang saya inginkan adalah engkau menceritakan kepadaku hadits." Tatkala
Hisvam sering mengulang-ngulang hal itu, maka Imam Malik mengatakan: "Wahai
pelayan, pukullah dia sebanyak lima belas kali." Pelayan pun memukul Hisyam lima
belas kali lalu membawanya kepada Imam Malik. Hisyam berkata kepada Imam Malik:
"Kenapa engkau menzholimiku? Engkau telah memukulku tanpa dosa yang kuperbuat.
Aku tidak menghalalkanmu." Imam Malik berkata: "Terus, apa tebusannya?" Hisyam
menjawab: "Tebusannya adalah engkau menceritakan kepadaku lima belas hadits."
Maka beliau pun menceritakan lima belas hadits kepada Hisyam. Hisyam berkata
lagi kepada Imam Malik: "Tolong tambahi lagi pukulannya sehingga Anda menambahi
lagi hadits untukku." Mendengar itu, Imam Malik tertawa seraya mengatakan:
"Pergilah kamu." (Siyar Alam Nubala 3/4093 oleh adz-Dzahabi, cetakan Baitul Afkar)
Mirip dengan hal ini adalah kisah rihlah
(perjalanan jauh untuk menuntut ilmu) yang dilakukan oleh Yahya bin Ma'in dan
Ahmad bin Hanbal. Dikisahkan, ketika mereka hendak pulang, mereka singgah di
Imam Abu Nu'aim Fadhl bin Dukain karena Yahya bin Ma'in ingin mengetes
hafalannya. Setelah Imam Abu Nu'aim tahu bahwa dirinya sedang dites, maka dia
menendang Yahya bin Ma'in. Akhirnya, Imam Ahmad berkata kepada Yahya: "Bukankah
sudah kukatakan kepadamu jangan mengetesnya karena dia adalah seorang yang kuat
hafalannya." Yahya berkata: "Demi Alloh, sungguh tendangannya lebih aku sukai
daripada semua perjalananku ini." (ar-Rihlah fi
Tholabil Hadits hlm. 207 oleh al-Khothib
al-Baghdadi)
|
4. PULUHAN RIBU
ORANG HADIR DI MAJELIS MEREKA
|
Sejarah ulama dahulu sangat harum dengan
semangat menuntut ilmu. Banyak di antara mereka berdesak-desakan membanjiri
majelis ilmu. Berikut ini beberapa buktinya:
- Diperkirakan bahwa jumlah orang yang hadir di majelis ilmu Ashim
bin Ali sebanyak seratus enam puluh ribu orang. (Tarikh Baghdad
12/248)
- Diperkirakan bahwa jumlah orang yang hadir di majelis ilmu Sulaiman
bin Harb sebanyak empat puluh ribu orang. (al-Jarh wa Ta'dil
4/108)
- Diperkirakan bahwa jumlah orang yang hadir di majelis ilmu Imam
Bukhori sebanyak dua puluh ribu orang lebih. (al-Jami' li Akhlaq Rowi
2/53)
- Diperkirakan bahwa jumlah orang yvang hadir di majelis ilmu Abu
Muslim al-Kajji sebanyak empat puluh ribu orang lebih. (Tarikh Baghdad 6/1211)
Dan masih banyak lagi data lainnya. (Dinukil
dari Qoshoshun wa Nawadir li Aimmatil
Hadits hlm. 70-72 oleh Dr. Ali bin Abdillah
ash-Shoyyah)
Subhanalloh,
pemandangan yang menakjubkan. Adapun pada zaman sekarang, kebanyakan manusia
malah membanjiri tempat-tempat maksiat. Hanya kepada Alloh kita mengadukan semua
ini!!!
5. SEMANGAT MENULIS
YANG MENAKJUBKAN
|
As-Sam'ani menceritakan bahwa Imam al-Baihaqi
pernah tertimpa penyakit di tangannya, sehingga jari-jemarinya dipotong semua,
hanya tinggal pergelangan tangan saja. Sekalipun demikian, beliau tidak berhenti
dari menulis, beliau mengambil pena dengan pergelangan tangannya dan meletakkan
kertas di tanah seraya memeganginya dengan kakinya, lalu menulis dengan tulisan
yang indah dan jelas. Demikianlah hari-harinya, sehingga setiap hari dia dapat
menulis dengan tangannya kurang lebih sepuluh lembar. "Sungguh, ini adalah
pemandangan sangat menakjubkan yang pernah saya lihat darinya," kata as-Sam'ani.
(at-Tahbir fil Mu'jam Kabir
1/223)
Termasuk semangat yang menakjubkan pula adalah
semangat Imam Ibnu Aqil yang telah menulis sebuah karya terbesar di dunia yaitu
al-Funun. Tahukah Anda berapa jilid kitab tersebut? Sebagian mengatakan sebanyak
800 jilid dan ada yang mengatakan 400 jilid. Imam adz-Dzahabi berkata: "Belum
pernah ada di dunia ini kitab yang lebih besar darinya. Seseorang pernah
menceritakan kepadaku bahwa dia pernah mendapati juz yang empat ratus lebih dari
kitab tersebut." (Tarikh Islam 4/29)
Sekalipun demikian besarnya kitab ini, tetapi
sayangnya kitab ini termasuk perbendaharan umat Islam yang hilang, belum
diketahui sampai sekarang kecuali hanya satu jilid saja yang ditemukan di
perpustakaan Paris dan dicetak dalam dua jilid pada tahun 1970-1971. (Muqoddimah
Kamil Muhammad Khorroth terhadap Zahrul Ghushun min
Kitabil Funun hlm.
6)
|
6. BERKALI-KALI KHATAM KITAB, TIDAK BOSAN
|
Al-Muzani berkata: "Saya membaca kitab Risalah karya
asy-Syafi'i sejak lima tahun yang lalu, setiap kali aku membacanya saya
mendapatkan faedah baru yang belum aku dapatkan sebelumnva." (Manaqib
Syafi'i hlm. 114 oleh al-Aburri)
Ibnu Basykuwal menceritakan bahwa Abu Bakr bin Athiyyah mengulang-ngulang
membaca kitab Shohih Bukhori sebanyak 700 Kali (ash-Shilah
2/433)
Disebutkan dalam biografi Abbas bin Walid al-Farisi bahwa ditemukan dalam
sebagian akhir kitabnya suatu tulisan. "Saya telah membacanya sebanyak
1.000 kali. !!! (Thobaqot Ulama Afrika wa Tunis hlm. 224)
Abdulloh bin Muhammad, ahli fiqih dari Irak, beliau pernah membaca kitab
al-Mughni karya Ibnu Qudamah (sekarang tercetak dengan 15 jilid) sebanyak 23
kali!! (Dzail Thobaqot Hanabilah 2/411)
|
7. MENGUSIR KANTUK DENGAN MEMBACA
|
Ibnul Jahm berkata: "Apabila kantuk menyerangku pada selain waktu
tidur, maka saya segera mengambil kitab hikmah, lalu saya mendapati hatiku
berbunga-bunga kegirangan ketika mendapatkan ilmu." (al-Hayawan
1/53 oleh al-Jahidz)
Subhanalloh, bandingkan hal ini dengan perbuatan sebagian kita yang membaca justru
dengan niat sebagai pengantar tidur!!!
|
8. TRIK AGAR TETAP BELAJAR
|
Imam Ibnu Tabban adalah seorang ulama yang bersemangat sangat tinggi
dalam menuntut ilmu, sehingga dia pernah mempelajari kitab al-Mudawwanah
sebanyak 1000 kali!!!
Dia pernah berkata tentang dirinya: "Dahulu ketika saya awal-awal
menuntut ilmu, saya gunakan seluruh malam untuk belajar, sehingga ibuku
pernah melarangku dari membaca di malam hari. Akhirnya saya bersiasat untuk
membuat lampu dan menaruhnya di bawah tempat tidur lalu saya berpura-pura
tidur. Ketika saya rasa bahwa ibuku benar-benar telah tidur, maka saya
keluarkan lampu dan melanjutkan belajar." (Tartibul Madarik 1/78
al-Qodhi Iyadh) .
Saudaraku, renungkanlah kisah di atas baik-baik. Dia meninggalkan
keinginan dirinya dan berjuang melawan hawa nafsunya demi menuntut ilmu dan
menjaga semangat tersebut agar tidak luntur. (Ma'alim fi Thoriq Tholabil
Ilmi hlm. 69 oleh Abdul Aziz as-Sadhan).
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar